.

.

Senin, 18 Mei 2015

Gv

Hshshs

Selasa, 27 Januari 2015

Selayang Pandang CHEMPION




Manusia selama hidup pasti selalu berinteraksi dengan bahan-bahan kimia. Bahkan, dalam tubuh manusia terjadi jutaan reaksi kimia setiap harinya.  Dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa kimia sangat penting bagi kehidupan manusia. Sayangnya, mayoritas penduduk Indonesia beranggapan bahwa kimia itu rumit, dan membosankan. Tentunya hal ini dapat dimaklumi karena pembelajaran kimia secara langsung hanya diperoleh pada pendidikan formal saja, khususnya pada jenjang SMA. Ditambah lagi, siswa hanya memperoleh teori sehingga aplikasi dari pembelajaran kimia di lingkungan menjadi kurang. Hal itu membuat kata ‘kimia’ menjadi asing bagi masyarakat umum.
Selain itu, permasalahan yang terjadi di masyarakat adalah rendahnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Hal itu diperburuk dengan banyaknya aktivitas masyarakat yang menghasilkan limbah rumah tangga dan tidak diiringi dengan adanya kesadaran masyarakat untuk mendaur ulang atau memanfaatkan kembali limbah rumah tangga, seperti botol bekas, kardus, plastik, kawat, lampu, bambu, dan lain-lain. Limbah-limbah tersebut berdampak buruk bagi lingkungan serta mengganggu kesehatan makhluk hidup.
Merujuk pada dua permasalahan diatas, untuk menambah ketertarikan masyarakat terhadap bidang kimia sekaligus mengurangi dampak negatif dari limbah, kami memiliki inovasi  untuk  memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi permodelan kimia yang sederhana, menarik, bermanfaat, dan dapat mengenalkan kimia ke masyarakat umum.
            Berdasarkan latar belakang diatas, kami menyusun proposal Program Kreativitas Mahasiswa bidang kewirausahaan yang berjudul “Chempion (Chemistry Lampion) Produk Inovatif yang Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga untuk Memperkenalkan dan Menarik Minat Masyarakat Terhadap Kimia. Chempion merupakan lampu lampion yang memiliki bentuk berupa struktur senyawa dan nama-nama unsur kimia.