Manusia selama hidup pasti
selalu berinteraksi dengan bahan-bahan kimia. Bahkan, dalam tubuh manusia
terjadi jutaan reaksi kimia setiap harinya. Dari
hal tersebut dapat dikatakan bahwa kimia sangat penting bagi kehidupan manusia.
Sayangnya, mayoritas penduduk Indonesia beranggapan bahwa kimia itu
rumit, dan membosankan. Tentunya hal ini dapat dimaklumi karena pembelajaran kimia secara
langsung hanya diperoleh pada pendidikan formal saja, khususnya
pada jenjang SMA. Ditambah lagi, siswa hanya memperoleh teori sehingga aplikasi
dari pembelajaran kimia di lingkungan
menjadi kurang. Hal itu membuat kata ‘kimia’ menjadi asing bagi masyarakat
umum.
Selain itu, permasalahan yang
terjadi di masyarakat adalah rendahnya kepedulian masyarakat terhadap
lingkungan. Hal itu diperburuk dengan banyaknya aktivitas masyarakat yang menghasilkan limbah rumah tangga dan
tidak diiringi dengan adanya kesadaran masyarakat untuk mendaur ulang atau
memanfaatkan kembali limbah rumah tangga, seperti botol bekas, kardus, plastik,
kawat, lampu,
bambu, dan lain-lain. Limbah-limbah tersebut berdampak buruk bagi lingkungan
serta mengganggu kesehatan makhluk hidup.
Merujuk pada dua permasalahan
diatas, untuk menambah ketertarikan masyarakat terhadap bidang kimia sekaligus
mengurangi dampak negatif dari limbah, kami memiliki inovasi untuk
memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi permodelan kimia yang
sederhana, menarik, bermanfaat, dan dapat mengenalkan kimia ke masyarakat umum.
Berdasarkan latar belakang diatas, kami menyusun proposal
Program Kreativitas Mahasiswa bidang kewirausahaan yang berjudul “Chempion (Chemistry Lampion) Produk Inovatif yang Memanfaatkan Limbah Rumah
Tangga untuk Memperkenalkan dan Menarik Minat Masyarakat Terhadap Kimia.
Chempion merupakan lampu lampion yang memiliki bentuk berupa struktur senyawa
dan nama-nama unsur kimia.






0 komentar:
Posting Komentar